Jumat, 27 Januari 2017

Klasifikasi Invertebrata

KLASIFIKASI INVERTEBRATA



Hewan yang termasuk invertebrata adalah semua hewan yang tidak mempunyai tulang belakang mulai protozoa hingga metazoa. Metazoa dapat dibedakan dalam dua kelompok yaitu:
  1. Kelompok vertebrata (hewan bertulang belakang)
  2. Kelompok invertebrata (tidak bertulang belakang)
Dalam Al-Qur'an, Allah S.W.T berfirman mengenai semua ciptaan-Nya termasuk hewan invertebrata. Salah satu surat yang membahas tentang semua jenis hewan ciptaan-Nya adalah  surat An-Nur
ayat 45 , sebagai berikut : 

Surat 24 ayat 45:
Surat 24 ayat 45


Artinya: “Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”[An Nuur: 45]
   video 

Klasifikasi invertebrata

1. Porifera ( Hewan berpori)

Porifera berasal dari kata porus yang berarti lubang kecil dan ferre yang berarti membawa atau mengandung. Jadi,porifera dapat diartikan hewan yang tubuhnya mengandung lubang-lubang kecil atau hewan berpori-pori. Porifera memiliki sistem kanal atau saluran air untuk mensirkulasikan air di dalam tubuhnya.

2. Coelenterata (Hewan berongga)

Ceolenterata berasal dari koilos , yang artinya rongga. Coelenterata sering juga disebut hewan berongga. Hewan ini memiliki organisasi jaringan sederhana dengan hanya dua lapis sel,yaitu sel eksternal dan internal. Semua hewan coelenterata hidup di laut, tubuh lunak, tidak berwarna, dan mampu menghasilkan cahaya. 



3. Platyhelminthes(Cacing Pipih)

Platyhelminthes berasal dari bahasa Yunani, yaitu platy yang berarti pipih,dan helminth yang berarti cacing. Sesuai dengan namanya, anggota kelompok cacing ini memiliki tubuh pipih dorsoventral. Contoh species platyhelminthes adalah Planaria sp.


4. Nemathelminthes (Cacing Gilig)

Nemathelminthes atau nematoda berasal dari bahasa latin nematos yang artinya benang dan oidos yang artinya bentuk. Cacing ini juga sering disebut cacing gilig. Diantara fillum yang lain, fillum ini memiliki anggota yang terbanyak, baik jenis maupun individunya.


5. Annelida (Cacing Gelang)

Annelida berasal dari kata annullus yang artinya cincin dan oids yang artinya bentuk. Bentuk cacing ini bersegmen-segmen seperti gelang sehingga disebut cacing gelang.


6. Arthropoda (Hewan Berbuku-buku)

Hampir 90% dari seluruh jenis hewan yang diketahui orang adalah Arthropoda . Hewan ini dianggap berkerabat dekat dengan annelida.Struktur tubuh simetri bilateral, beruas-ruas dan mempunyai kerangka luar (eksoskeleton) dari bahan kitin. Kerangkaluar disekresikan oleh epidermis dan mengalami pergantian kulit (eksdisis ). Hewan ini memiliki mata majemuk (faset ) atau mata tunggal (oselus )


7. Mollusca (Hewan Lunak)

Molusca berasal dari kata mollis yang berarti lunak. Hewan yang termasuk fillum ini bertubuh  lunak. tubuh tidak beruas-ruas , umumnya ditutupi cangkang yang terbuat dari kalsium karbonat.

8. Echinodermata Hewan Berkulit Duri

Echinodermata berasal dari kata Yunani echinos yang artinya duri dan derma yang artinya kulit, Jadi, Echinodermata berarti hewan yang kulitnya berduri. Dalam klasifikasi berdasarkan kekerabatannya, echinodermata terletak pada urutan terakhir dalam kelompok hewan invertebarata. Hal ini disebabkan echinodermata tidak menampakkan ciri-ciri yang mirip invertebrata. Echindermata lebih dekat dengan hewan vertebrata.


Jumat, 20 Januari 2017

Profil

PROFIL PENULIS


        Ircham Junaidi, lahir di Ambarawa, 17 Oktober 1968. Anak ke-9 dari sepuluh bersaudara yang dibesarkan dilingkungan keluarga guru. Tumbuh dari keluarga guru, mendorong untuk terjun pula ke dunia pendidikan.        
     SD N Lodoyong II Ambarawa,  Sekolah Dasar tempat  belajar untuk pertama kali. Selepas SD melanjutkan di SMP N 2 Ambarawa dan kemudian berlanjut di SMA N 1 Ungaran. Gelar sarjana pendidikan Biologi, diperoleh dari IKIP Semarang,lulus tahun 1993. Berbekal semangat untuk belajar sepanjang hayat, mendorongnya melanjutkan pendidikan magister. Kembali ke almamater tahun 2009 yang berganti nama menjadi UNNES untuk menimba ilmu di jurusan Manajemen Pendidikan. Lulus dari pasca sarjana UNNES tahun 2011. 
       Beruntung selama kuliah Sarjana di IKIP Semarang, saya mendapatkan beasiswa Ikatan Dinas. SK pertama,saya terima setelah 6 bulan wisuda yaitu 1 Maret 1994. SMA N 1 Kesesi Kabupaten Pekalongan merupakan sekolah pertama dalam mengabdi sebagai guru. Bulan November 2012, Pemda Kabupaten Pekalongan memberi kepercayaan  untuk menjadi Kepala Sekolah di SMA N 1 Sragi. Kemudian sejak Februari 2014 mutasi  di SMA N 1 Paninggaran sampai sekarang. 
      Dua puluh dua tahun lebih mengabdi sebagai guru. Suka duka profesi guru pernah dialami. Harus diakui, tidak banyak pengalaman duka, justru perasaan suka, bangga selalu menghampiri. Kegembiraan yang tidak bisa dinilai dengan  materi, ketika melihat dan mendengar para siswa menjadi pribadi yang sukses. Semoga profesi guru menjadi wahana untuk mengamalkan ilmu dan mencari ridho-Nya. Amiin ......3x.